Sat. Aug 30th, 2025
Metal Casting: Proses, Jenis, dan Penerapannya di Industri

alairwells.com – Kalau dipikir-pikir, hampir semua benda logam yang kita pakai sehari-hari lahir dari satu teknik kuno: metal casting. Dari mesin mobil, pipa, komponen pesawat, sampai perhiasan—semuanya bisa dibuat dengan cara menuangkan logam cair ke dalam cetakan.

Yang menarik, teknik ini sudah dipakai ribuan tahun lalu untuk bikin senjata dan patung, tapi sampai sekarang tetap relevan. Kenapa? Karena metal casting masih jadi cara paling fleksibel buat bikin benda logam dengan bentuk rumit dan presisi tinggi.


Apa Itu Metal Casting?

Secara sederhana, metal casting adalah proses menuangkan logam cair ke dalam cetakan untuk membentuk objek tertentu. Setelah dituangkan, logam akan mendingin, mengeras, lalu dilepas dari cetakan.

Bayangin kayak bikin kue: adonan cair dituang ke loyang, didinginkan/dipanggang, lalu jadi bentuk sesuai cetakan. Bedanya, di sini “adonannya” adalah logam cair dengan suhu super tinggi.


Proses Dasar Metal Casting

Meskipun ada banyak teknik, langkah umumnya hampir sama:

  1. Pembuatan Pola (Pattern Making)
    Bikin pola sesuai bentuk produk yang diinginkan. Pola bisa dari kayu, plastik, atau logam.

  2. Pembuatan Cetakan (Mold Making)
    Pola digunakan untuk bikin rongga cetakan, biasanya dari pasir (sand casting) atau cetakan baja permanen (die casting).

  3. Peleburan Logam (Melting)
    Logam padat (aluminium, seng, baja, dll) dilebur dalam tungku hingga cair.

  4. Penuangan (Pouring)
    Logam cair dituangkan ke cetakan dengan hati-hati.

  5. Pendinginan & Pembekuan (Solidification)
    Biarkan logam membeku dan mengeras dalam cetakan.

  6. Pelepasan Produk (Mold Removal)
    Setelah keras, produk dilepaskan dari cetakan (bisa dengan menghancurkan cetakan pasir atau membuka cetakan baja).

  7. Finishing & Inspeksi
    Potong sisa saluran, amplas, atau poles hingga halus. Lalu produk dicek kualitasnya.


Jenis-Jenis Metal Casting

Teknik pengecoran logam bisa dibagi dua kategori besar: cetakan yang bisa dipakai berulang (reusable molds) dan cetakan sekali pakai (expandable molds).

1. Sand Casting

Paling klasik dan murah. Cetakan dibuat dari pasir, cocok untuk benda besar seperti blok mesin.

  • Kelebihan: fleksibel, biaya rendah.

  • Kekurangan: hasil permukaan kasar, butuh finishing.

2. Die Casting

Logam cair disuntikkan ke cetakan baja dengan tekanan tinggi. Banyak dipakai untuk industri otomotif & elektronik.

  • Kelebihan: hasil halus, presisi tinggi, cocok produksi massal.

  • Kekurangan: biaya cetakan mahal, kurang ekonomis untuk skala kecil.

3. Investment Casting (Lost-Wax)

Pakai pola lilin yang dilapisi keramik. Setelah lilin dilelehkan, rongga keramik diisi logam cair.

  • Kelebihan: detail tinggi, bisa bikin bentuk rumit (perhiasan, komponen pesawat).

  • Kekurangan: proses rumit, biaya agak tinggi.

4. Centrifugal Casting

Cetakan diputar kencang, lalu logam cair dituangkan. Cocok bikin pipa atau cincin.

  • Kelebihan: hasil padat, bebas porositas.

  • Kekurangan: terbatas pada bentuk silinder.

5. Pressure Casting

Logam cair ditekan masuk ke cetakan → hasil lebih presisi dan padat. Cocok buat komponen mesin bertekanan tinggi.

Kelebihan Metal Casting

  1. Bisa Bikin Bentuk Rumit
    Dari patung artistik sampai komponen mesin detail, semua bisa.

  2. Fleksibel Bahan
    Bisa dipakai untuk aluminium, baja, besi, tembaga, hingga emas.

  3. Efisien untuk Produksi Massal
    Die casting bikin ribuan unit dengan kualitas sama.

  4. Ukuran Variatif
    Dari baut kecil sampai baling-baling kapal besar.

Kekurangan Metal Casting

  1. Biaya Tinggi untuk Cetakan Permanen
    Die casting butuh modal awal besar.

  2. Permukaan Kasar (Sand Casting)
    Sering butuh finishing tambahan.

  3. Risiko Cacat Produksi
    Retak, porositas, atau penyusutan logam bisa muncul kalau proses nggak tepat.

  4. Keamanan & Lingkungan
    Suhu peleburan tinggi berisiko bagi pekerja, plus limbah cetakan perlu dikelola.


Penerapan Metal Casting di Industri

Teknik ini dipakai hampir di semua sektor:

  • Otomotif: blok mesin, velg, gearbox.

  • Dirgantara: turbin jet, komponen pesawat.

  • Kesehatan: implan medis, peralatan bedah.

  • Perhiasan: cincin, liontin detail tinggi.

  • Konstruksi: pipa, fitting, komponen besar.

Bahkan benda sehari-hari kayak wajan, panci, sampai aksesoris rumah juga hasil metal casting.


Metal Casting di Era Modern

Meski tekniknya kuno, metal casting ikut berevolusi. Sekarang ada:

  • Simulasi komputer (CAD & CFD) buat desain cetakan presisi.

  • Robotik & otomatisasi di pabrik die casting.

  • Material baru yang lebih ramah lingkungan.

Inovasi ini bikin metal casting tetap jadi tulang punggung manufaktur global.

Metal casting adalah teknik manufaktur kuno yang masih relevan hingga hari ini. Prosesnya sederhana—tuang logam cair ke cetakan—tapi hasilnya bisa luar biasa: dari komponen mesin hingga karya seni.

Kalau dipikir-pikir, tanpa metal casting, mungkin kita nggak punya mobil, pesawat, atau bahkan perhiasan. Jadi, meskipun ada tantangan biaya dan keamanan, teknik ini tetap jadi pilihan utama di banyak industri.

Pertanyaannya sekarang: kalau lo punya kesempatan, mau coba bikin apa dengan teknik metal casting—karya seni atau mesin masa depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *